Feriansyah,
Ratih Septiyanti, Annisa Fathia, Abdul Aris Pradana, Akbar Nur Pribadi, Alvian
Rizky, Dani Arwan, Diah Adwi Septian, Jawa Arum M, Irfan Fajar Satrio, Muhammad
Farhan
Turun
Desa, Minggu 18 Mei 2014
Melihat kondisi sistem pembuangan
sampah rumah tangga yang kurang baik di Desa Cihideung Udik maka divisi
Agriculture dan Environment (AE) FFI Chapter Bogor berusaha mencari solusi
untuk mengatasi masalah tersebut. Diantaranya adalah dengan memilah-milah
sampah atau memisahkan sampah berdasarkan jenisnya, serta menyediakan tempat
pembuangan akhir sampah rumah tangga yang layak untuk masyarakat.
Dalam mengatasi permasalahan lingkungan yang terjadi di
Cihideung Udik maka dibutuhkan waktu yang tidak sebentar serta tidak dapat
dilaksanakan dengan mudah. Karena itu divisi Agriculture dan Environment ingin
mengatasi hasil permasalah tersebut seperti mengolah sampah-sampah rumah tangga
dengan menerapkan sistem reduce, reuse,
dan recycle (3R) pada sampah-sampah secara bertahap. Untuk menerapkan
sistem tersebut, hal yang pertama kali dilakukan adalah mengajak masyarakat agara
mau memisahkan sampah yang mereka hasilkan berdasarkan jenisnya. Jika
masyarakat sudah bisa memisahkan sampah rumah tangga berdasarkan jenisnya
dengan baik, maka dapat dibuatkan tempat pembuangan akhir dengan sistem
pemisahan berdasarkan jenisnya. Pemisahan tersebut dibutuhkan dalam pengolahan
sampah agar tidak terjadi doubleworking
(kerja dua kali). Dengan menghindari hal tersebut sampah akan lebih mudah untuk
di olah.
Tahapan pertama yang akan dilakukan oleh divisi AE adalah
untuk mengetahui bagaimana siklus pembuangan sampah yang dilakukan oleh masyarakat
desa serta untuk mengetahui apakah masyarakat dapat menerapkan sistem
pembuangan sampah organik dan anorganik di rumahnya. Karena itu, pada hari
Minggu, 11 Mei 2014 divisi AE berencana untuk melaksanakan tahapan pertama
tersebut dengan mengambil 10 sampel rumah tangga yang dianggap berpengaruh
terhadap perkembangan desa tersebut. Dalam pengambilan sampel, divisi AE akan
memberikan 1 buah trashbag yang
berfungsi menampung sampah anorganik, dan dua buah kresek hitam yang berfungsi
sebagai penampung sampah organik dalam satu rumah tangga.
Dengan menggunakan sistem penyuluhan langsung kepada
individu atau kelompok masyarakat, maka divisi AE dibagi kedalam tiga kelompok
yang dimana dalam satu kelompok tersebut terdiri dari 2-3 orang. Setelah itu,
setiap kelompok dibagi kebeberapa titik di desa untuk mencari rumah tangga yang
akan dijadikan sampel dalam pemisahan sampah rumah tangga. Desa Cihideung Udik
memiliki lokasi yang berbuki-bukit, karena itu sampel dipisahkan menjadi tiga
bagian, yaitu desa bagian atas yang cukup dekat dengan sumber mata air bairun,
desa bagian tengah yang berlokasi dekat dengan lokasi pembuangan sampah yang
berada di samping kolam, dan desa yang berada di daerah bawah dekat dengan
aliran sungai yang sering digunakan sebagai tempat pembuangan sampah.
Karena kondisi masyarakat desa pada saat itu banyak yang
sedang pergi ke pernikahan, maka divisi AE hanya dapat melakukan pengambilan
contoh di tujuh rumah tangga. Selain itu, divisi AE tidak cukup mengetahui
dimana lokasi rumah-rumah ketua RT yang ada di RW tersebut dan pada saat dikunjungi
sebagian besar orang tersebut sedang tidak berada dirumahnya jadi divisi AE
menjadikan anggota masyarakat biasa sebagai sampel untuk menerapkan sistem
pemisahan sampah.
Dari hasil survey,
keliling desa, serta sharing materi
mengenai sampah dan pengaplikasiannya dengan masyarakat. Divisi AE mendapat
kesimpulan bahwa sebagian masyarakat sudah mengetahui mengenai sampah organik
dan anorganik tetapi bukan bedasarkan istilahnya, tetapi berdasarkan jenisnya,
seperti plastik dan sayuran itu jenis sampah yang berbeda. Sebagian masyarakat
tersebut sudah terbiasa untuk memisahkan sampah terutama sampah plastik seperti
botol bekas minuman dan sampah kaleng karena sampah tersebut masih bisa
dimanfaat dengan cara dijual ke pengumpul untuk ditukarkan dengan uang rupiah.
Masyarakat juga ingin menyelesaikan permasalahan sampah ini jika di gerakkan
juga oleh para aparatur daerah. Karena itu divisi AE juga harus bekerja sama
dengan aparatur daerah untuk menggerakkan masyarakat dalam menyelesaikan
masalah sampah di daerah tersebut.
0 komentar:
Posting Komentar