Rabu, 08 Oktober 2014

Divisi Agriculture and Environment Forum For Indonesia

Feriansyah, Ratih Septiyanti, Annisa Fathia, Abdul Aris Pradana, Akbar Nur Pribadi, Alvian Rizky, Dani Arwan, Diah Adwi Septian, Jawa Arum M, Irfan Fajar Satrio, Muhammad Farhan

Turun Desa, Minggu 18 Mei 2014
            Melihat kondisi sistem pembuangan sampah rumah tangga yang kurang baik di Desa Cihideung Udik maka divisi Agriculture dan Environment (AE) FFI Chapter Bogor berusaha mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Diantaranya adalah dengan memilah-milah sampah atau memisahkan sampah berdasarkan jenisnya, serta menyediakan tempat pembuangan akhir sampah rumah tangga yang layak untuk masyarakat.
            Dalam mengatasi permasalahan lingkungan yang terjadi di Cihideung Udik maka dibutuhkan waktu yang tidak sebentar serta tidak dapat dilaksanakan dengan mudah. Karena itu divisi Agriculture dan Environment ingin mengatasi hasil permasalah tersebut seperti mengolah sampah-sampah rumah tangga dengan menerapkan sistem reduce, reuse, dan recycle (3R) pada sampah-sampah secara bertahap. Untuk menerapkan sistem tersebut, hal yang pertama kali dilakukan adalah mengajak masyarakat agara mau memisahkan sampah yang mereka hasilkan berdasarkan jenisnya. Jika masyarakat sudah bisa memisahkan sampah rumah tangga berdasarkan jenisnya dengan baik, maka dapat dibuatkan tempat pembuangan akhir dengan sistem pemisahan berdasarkan jenisnya. Pemisahan tersebut dibutuhkan dalam pengolahan sampah agar tidak terjadi doubleworking (kerja dua kali). Dengan menghindari hal tersebut sampah akan lebih mudah untuk di olah.
            Tahapan pertama yang akan dilakukan oleh divisi AE adalah untuk mengetahui bagaimana siklus pembuangan sampah yang dilakukan oleh masyarakat desa serta untuk mengetahui apakah masyarakat dapat menerapkan sistem pembuangan sampah organik dan anorganik di rumahnya. Karena itu, pada hari Minggu, 11 Mei 2014 divisi AE berencana untuk melaksanakan tahapan pertama tersebut dengan mengambil 10 sampel rumah tangga yang dianggap berpengaruh terhadap perkembangan desa tersebut. Dalam pengambilan sampel, divisi AE akan memberikan 1 buah trashbag yang berfungsi menampung sampah anorganik, dan dua buah kresek hitam yang berfungsi sebagai penampung sampah organik dalam satu rumah tangga.
            Dengan menggunakan sistem penyuluhan langsung kepada individu atau kelompok masyarakat, maka divisi AE dibagi kedalam tiga kelompok yang dimana dalam satu kelompok tersebut terdiri dari 2-3 orang. Setelah itu, setiap kelompok dibagi kebeberapa titik di desa untuk mencari rumah tangga yang akan dijadikan sampel dalam pemisahan sampah rumah tangga. Desa Cihideung Udik memiliki lokasi yang berbuki-bukit, karena itu sampel dipisahkan menjadi tiga bagian, yaitu desa bagian atas yang cukup dekat dengan sumber mata air bairun, desa bagian tengah yang berlokasi dekat dengan lokasi pembuangan sampah yang berada di samping kolam, dan desa yang berada di daerah bawah dekat dengan aliran sungai yang sering digunakan sebagai tempat pembuangan sampah.
            Karena kondisi masyarakat desa pada saat itu banyak yang sedang pergi ke pernikahan, maka divisi AE hanya dapat melakukan pengambilan contoh di tujuh rumah tangga. Selain itu, divisi AE tidak cukup mengetahui dimana lokasi rumah-rumah ketua RT yang ada di RW tersebut dan pada saat dikunjungi sebagian besar orang tersebut sedang tidak berada dirumahnya jadi divisi AE menjadikan anggota masyarakat biasa sebagai sampel untuk menerapkan sistem pemisahan sampah.
            Dari hasil survey, keliling desa, serta sharing materi mengenai sampah dan pengaplikasiannya dengan masyarakat. Divisi AE mendapat kesimpulan bahwa sebagian masyarakat sudah mengetahui mengenai sampah organik dan anorganik tetapi bukan bedasarkan istilahnya, tetapi berdasarkan jenisnya, seperti plastik dan sayuran itu jenis sampah yang berbeda. Sebagian masyarakat tersebut sudah terbiasa untuk memisahkan sampah terutama sampah plastik seperti botol bekas minuman dan sampah kaleng karena sampah tersebut masih bisa dimanfaat dengan cara dijual ke pengumpul untuk ditukarkan dengan uang rupiah. Masyarakat juga ingin menyelesaikan permasalahan sampah ini jika di gerakkan juga oleh para aparatur daerah. Karena itu divisi AE juga harus bekerja sama dengan aparatur daerah untuk menggerakkan masyarakat dalam menyelesaikan masalah sampah di daerah tersebut.
 


Share:

0 komentar:

Posting Komentar

PRESS RELEASE

Recent Posts

Popular Posts

Pages

Blog Archive

Mengenai Saya

Foto saya
Perubahan Untukmu Indonesia oleh FFI @pemudaFFI Bersama Membangun Indonesia, Untuk Indonesia yang lebih baik!