Feriansyah,
Ratih Septiyanti, Annisa Fathia, Abdul Aris Pradana, Akbar Nur Pribadi, Alvian
Rizky, Dani Arwan, Diah Adwi Septian, Jawa Arum M, Irfan Fajar Satrio, Muhammad
Farhan
Turun
Desa, Minggu 11 Mei 2014
Desa Cihideung Udik merupakan salah satu Desa yang berada
di Kabupaten Bogor. Desa Cihideung Udik RW 12 merupakan desa binaan dari Forum
For Indonesia Chapter Bogor yang berada kurang lebih 5
km dari Kampus IPB Dramaga. Kondisi desa yang cukup jauh dari kota
menyebabkan banyak masalah yang timbul di desa tersebut. Diantaranya adalah
masalah sampah rumah tangga yang tidak terangkut oleh petugas kebersihan,
sulitnya menemukan transportasi yang melewati desa tersebut, serta masalah pertanian
dalam arti luas yang menjadi salah satu sumber mata pencaharian warga di desa
tersebut. Karena itu salah satu divisi yang ada di FFI chapter Bogor yang
bergerak dalam bidang pertanian dan lingkungan (Agriculture dan Environment) memiliki program kerja yang bertujuan
untuk mencari solusi masalah pertanian dalam arti luas yang terjadi di desa
tersebut, serta untuk mengatasi masalah lingkungan yang terjadi di desa
tersebut seperti sampah rumah tangga yang tidak memiliki tempat pembuangan
akhir yang baik.
Untuk mendapatkan informasi yang lebih baik mengenai
masalah lingkungan dan pertanian yang terjadi di desa tersebut, maka divisi Agriculture dan Environment (AE) FFI
Chapter Bogor melakukan keliling desa pada hari Minggu, 4 Mei 2014. Hasil dari keliling
desa Cihideung Udik RW 12, divisi AE menemukan tempat yang digunakan sebagai
pembuangan akhir sampah rumah tangga yang berada di pinggiran sungai serta
pinggiran kolam ikan. Berikut ini adalah foto dari tempat yang digunakan
sebagai tempat pembuangan sampah rumah tangga tersebut.
![]() |
|
Gambar
1 : Tempat yang dijadikan warga setempat untuk membuang sampah rumah tangga berada
tepat berada di depan salah satu rumah di RW 12.
|
Setelah melakukan
keliling Desa, divisi AE berkunjung ke salah satu rumah warga untuk menanyakan
bagaimana kondisi perekonomian dalam bidang pertanian di desa tersebut. Rumah
warga yang dikunjungi oleh divisi AE adalah rumah mang Udin. Mang Udin
merupakan salah satu warga desa Cihideung Udik yang memiliki mata pencaharian
sebagai pembibit dan penjual anakan ikan lele. Saat ini permintaan ikan lele di
pasaran sedang tinggi, karena itu masyarakat berbondong-bondong untuk ikut
berkecimpung dalam dunia bisnis ikan lele. Tetapi, sebagian besar masyarakat
termasuk mang udin lebih memilih untuk menjual anakan ikan lele dibandingkan
menjual lele yang siap untuk dikonsumsi. Biaya yang dibutuhkan untuk pemberian
pakan dalam perawatan ikan lele hingga siap dikonsumsi menjadi salah satu
alasan mengapa masyarakat lebih memilih untuk menjual anakan ikan lele yang tidak
memerlukan pakan khusus dibandingkan menjual ikan lele siap dikonsumsi.
Selain itu, masyarakat di Desa Cihideung Udik tidak hanya
bermata pencaharian sebagai penjual bibit ikan lele, tetapi juga sebagai petani
padi. Sayangnya, produksi padi di Desa tersebut kurang baik, karena rata-rata
dalam proses pembesaran tanaman padi terjadi gangguan hama pada akar tanaman
padi yang menyebabkan tanaman tersebut mati. Hal tersebut menyebabkan petani
harus mengganti tanaman padi yang mati dengan tanaman padi yang baru serta
menyebabkan hasil panen yang ada kurang maksimal. Masyarakat merasa kesulitan
untuk mengatasi masalah tersebut. Karena itu mang Udin mengharapkan ada solusi
yang baik untuk mengatasi masalah-masalah yang terjadi di Desa Cihideung Udik
terutama dalam bidang pertanian dan lingkungan.


0 komentar:
Posting Komentar