Rabu, 09 Desember 2015

BUSINESS AND ENTREPRENEUR

        Pada hari Selasa, 24 November 2015, dilaksanakan produksi "Lolikong"di rumah Ibu Lia. Lolikong merupakan salah satu produk yang berasal dari program kerja divisi BE. Pukul 11.00 tim BE sudah sampai di rumah Ibu Lia dan melihat singkong yang sudah dipotong dan dijemur untuk dikeringkan.







Ibu Lia langsung membeli gula untuk pemanis lolikong dan menyiapkan minyak untuk menggoreng singkong tersebut. Proses penggorengan dilakukan tidak lama yaitu hanya sekitar 2 menit sampai singkong yang telah dijemur menjadi berwarna kecoklatan. Penggorengan 5 kg singkong membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam.












Setelah itu, gula dimasak dengan air sampai mendidih dan mengental. Singkong yang telah digoreng langsung dimasukkan dan diaduk hingga gula merata ke seluruh permukaan singkong. Proses tersebut berlangsung sekitar 15 menit. Singkong yang sudah menjadi lolikong tersebut didinginkan dan dimasukkan ke dalam toples besar.










 Lolikong yang sudah dingin dimasukkan ke dalam plastik untuk dikemas sebanyak 150 gram per kemasannya. Kemasan yang digunakan memiliki bobot 7 gram sehingga untuk menimbang lolikong langsung di kemasannya yaitu dengan melihat timbangan ketika sudah mencapai angka 157 gram. Hasilnya, sebanyak 29 kemasan telah berisi lolikong. Proses pelengketan plastik tidak langsung dilakukan karena penggunaan listrik. Oleh karena itu, pelengketan plastik kemasan dilakukan di hari selanjutnya. Lolikong beserta seluruh peralatan lainnya dibawa menuju kampus IPB dan disimpan di kos Suci untuk dipersiapkan pada produksi tahap selanjutnya yaitu penambahan label lolikong dan pelengketan kemasan.

Singkong yang telah selesai diproduksi  menjadi lolikong ada sebanyak 10 kg, namun terjadi penyusutan akibat proses pengeringan sehingga berat bersih lolikong yang dihasilkan adalah 4,3 kg.


Adapun pemberian label lolikong dilakukan pada hari Jumat, 27 November 2015 bertempat di Kos milik kadiv BE, Suci. Pada tahap ini produk yang telah dikemas sebelumnya diberi label kemudian di sealer agar rapih. Proses sealer produk sempat mengalami kendala karena suhu yang digunakan belum sesuai. Namun akhirnya setelah melakukan beberapa kali percobaan, proses ini berhasil dan kegiatan labelling kembali berjalan lancar dan tidak memakan waktu yang lama.



Lolikong yang telah dikemas rapi selanjutnya akan dipasarkan. Adapun produk lolikong ini rencananya akan dipasarkan di sekitar kampus IPB Dramaga untuk menciptakan awareness khususnya dikalangan mahasiswa.









Share:

0 komentar:

Posting Komentar

PRESS RELEASE

Recent Posts

Popular Posts

Pages

Blog Archive

Mengenai Saya

Foto saya
Perubahan Untukmu Indonesia oleh FFI @pemudaFFI Bersama Membangun Indonesia, Untuk Indonesia yang lebih baik!