Kegiatan
divisi BE dimulai bulan September difokuskan terhadap pengolahan singkong
sebagai salah satu komoditas pertanian yang dihasilkan oleh Desa Cihideung
Udik, agar memiliki nilai tambah terutama terhadap nilai ekonominya. Produk
turunan yang kita ciptakan ada dua jenis yaitu Kerupuk Enye-enye serta “
Lolikong” atau kepanjangan dari Gulali Singkong. Dengan berbahan dasar
singkong, namun berbeda rasa dari setiap produk yaitu ada yang manis dan ada yang
asin. Label dari dua produk kami ialah “ PROTISA” yaitu Produk ti Desa, dimana
merupakan label yang menaungi setiap produk yang dihasilkan oleh Desa Cihideung
Udik.
Persiapan dilakukan mulai dari
penentuan nama produk, bentuk packaging, penentuan alat dan bahan yang
diperlukan, penanggung jawab dari Desa, dan pembuatan timeline kegiatan dari
proses produksi. Dimulai pada tanggal 17 September 2013, kita melakukan
persiapan untuk mengikuti pameran di JCC Senayan. Dari mulai produksi di desa,
hingga tahap finishing pembungkusan. Ada sekitar 40 bungkus produk yang
dihsilkan dalam proses produksi pertama kali untuk dibawa ke pameran tersebut.
Proses pembuatan produk Lolikong
diantaranya adalah pengupasan, pengukusan, pengirisan, penjemuran, penggorengan,
pemberian karamel gula, dan tahap yang terakhir adalah pemberian kemasan.
Tahapan yang pertama adalah mengupas kulit singkong dan potong singkong menjadi
beberapa bagian lalu cuci hingga bersih. Tahap kedua, singkong yang telah
dicuci lalu dikukus hingga matang atau sampai kondisi singkong mudah untuk
diiris. Setelah itu pada tahap pengirisan, singkong diiris menggunakan pisau
yang tajam dan diiris dengan ukuran yang sama berbentuk memanjang. Tahap
selanjutnya adalah melakukan penjemuran terhadap singkong yang telah diiris
dibawah sinar matahari. Proses penjemuran dilakukan selama 2 hari jika cuaca
cerah, dan jika cuaca tidak cerah proses penjemuran dapat memakan waktu yang
lama. Singkong yang sudah kering kemudian siap untuk melewati proses
penggorengan. Penggorengan dilakukan sampai tekstur singkong renyah, kemudian
diangkat lalu didinginkan. Untuk pembuatan karamelnya sendiri menggunakan gula
putih yang dimasak hingga cair dan ditambah sedikit garam serta daun pandan
agar harum. setelah keduanya siap, campur singkong dengan karamel hingga
merata. Diamkan sebentar hingga gula mengeras. Tahapan yang terakhir adalah
pemberian kemasan.
Untuk proses pembuatan produk
‘Enye-enye’ tidak jauh berbeda dengan proses pembuatan ‘Lolikong’. Proses yang
dilalui adalah singkong diparut hingga halus dan dicampur dengan sagu serta
bumbu rempah-rempah, lalu dikukus dalam proses ini masih menggunakan cara
tradisional yaitu menggunakan tutup panci sebagai media singkong untuk dikukus.
Kemudian dijemur sampai garing, setelah itu adonan singkong tersebut di bentuk
segitiga dengan menggunakan gunting. Setelah semua siap terbentuk, enye-enye
digoreng hingga tekstur renyah. Dan tahap yang terakhir adalah pemberian
kemasan.
Gambar kemasan
Proses produksi telah dilakukan sebanyak dua kali. Selain
produksi pertama sebanyak 40 bungkus, selanjutnya produksi dilakukan kembali
pada tanggal 23 November 2013 sebanyak 65 bungkus untuk dijual. Dalam proses
penjualan kami bekerjasama dengan divisi danus suatu acara sebagai produk untuk
dijual kembali dengan harga Rp. 3000/pcs.
Sebagai informasi, mini bisnis ini
bekerjasama dengan ibu-ibu warga Desa Cihideung Udik dengan penanggung jawabnya
adalah Ibu Lia dengan beranggotakan 2 orang. Proses produksi hingga pengemasan
dilakukan oleh ibu-ibu, kami divisi BE hanya membantu dalam persiapan dan
pemasaran produk. Pada tahap persiapan, seperti yang dijelaskan diatas kami
membantu untuk menentukan nama dan pembuatan kemasan produk. Untuk kedepannya
harapan kami produksi Protisa ini dapat dilakukan secara rutin, dan warga
setempat dapat menjalankan bisnis ini dengan baik tentunya setelah ada
pendampingan. Selain itu, kami berharap usaha ini dapat menjadi salah satu UKM
yang berkembang dengan baik dan mampu menjadi lapangan pekerjaan baru.

0 komentar:
Posting Komentar